Trump Kembali Gertak Iran, Ancam Gerakan Militer Lagi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat menyusul ancaman tindakan militer dari Presiden Donald Trump. Trump menyatakan AS berada di posisi unggul dan memberikan pilihan kepada Iran antara hancur atau mencapai kesepakatan. Situasi diperburuk oleh penutupan rute maritim vital di Selat Hormuz, di mana Trump menolak proposal gencatan senjata tujuh hari yang diajukan Iran karena menganggap Teheran telah kalah telak.
Di sisi lain, Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa Iran telah memberikan pukulan telak kepada musuh dan memperingatkan pasukan asing akan mengalami kerugian jika tetap berada di koridor maritim tersebut. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengklaim telah menyampaikan syarat-syarat khusus kepada Washington untuk memulihkan lalu lintas di Selat Hormuz sebagai bagian dari upaya solusi damai.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 16.41
Trump Ancam Ledakkan Iran Usai Negosiasi Buntu
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 14.03
Negosiasi Temui Jalan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 13.00
Update Perang AS-Iran: Trump Ancam Ledakan Iran, Beri Waktu Mepet
Detik.com · 30 September 2026 pukul 18.20
Iran Serukan Warga AS Turun ke Jalan, Sebut Perang Trump Gagal
Berita terkait
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Tegaskan Perlawanan Terhadap Agresor
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 19.31
Klaim AS Kendalikan Selat Hormuz, Trump Usul Diubah Jadi 'Selat Trump'
Detik.com · 2 September 2026 pukul 23.02
Iran Pantang Beri Konsesi Tambahan ke AS
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 13.45
Iran Ancam Lancarkan Serangan di Selat Hormuz Jika Negosiasi AS Gagal!
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 11.09