Rekening untuk Semua Warga: Terobosan Inklusi Keuangan atau Sekadar Angka?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia, di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, menyiapkan kebijakan penyediaan rekening bank bagi seluruh warga negara berusia 17 tahun ke atas. Kebijakan ini dirancang untuk memperluas inklusi keuangan dan menjadi infrastruktur digital pemerintah, dengan rekening yang terhubung ke Nomor Induk Kependudukan (NIK), sistem pembayaran Bank Indonesia, dan QRIS. Rekening yang dibuka akan dilengkapi saldo awal dan bebas potongan administrasi, sehingga dapat menjadi saluran penyaluran program pemerintah seperti Bantuan Sosial (Bansos) secara langsung ke penerima. PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) ditunjuk sebagai penyelenggara kebijakan ini. Menurut Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan masyarakat mencapai 69,57 persen dan inklusi keuangan mencapai 93,61 persen, melampaui target RPJMN 2025–2029. Pemerintah berharap kebijakan ini dapat mempercepat integrasi data penduduk yang belum terlayani oleh sektor keuangan formal ke dalam sistem moneter nasional.
Namun, para ahli menyoroti beberapa risiko dan tantangan terkait kebijakan ini. Guru besar Universitas Airlangga, Rahma Gafmi, mengingatkan bahwa keberhasilan kebijakan tidak hanya ditentukan oleh jumlah rekening yang terbuka, tetapi juga oleh tingkat aktivasi dan pemanfaatan rekening tersebut. Jika pembukaan rekening dilakukan secara massal tanpa pendampingan edukasi keuangan, berisiko tinggi terhadap munculnya rekening pasif atau zombie account yang tidak digunakan. Selain itu, pembukaan puluhan hingga ratusan juta rekening membutuhkan kesiapan infrastruktur teknologi informasi perbankan yang kuat untuk menjamin keamanan transaksi, validasi identitas, dan perlindungan data nasabah. Rahma juga menekankan pentingnya membedakan antara target kepemilikan rekening dengan tingkat aktivasi, agar pemerintah tidak terjebak dalam ilusi kemajuan hanya berdasarkan angka statistik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 08.40
Warga Genap 17 Tahun Bakal Dapat KTP Plus Rekening Bank, Ini Skemanya
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 19.47
Respons Purbaya Soal Pembukaan Rekening Massal via BRI-BSI: Itu Rencana Pak Presiden
Detik.com · 8 September 2026 pukul 19.08
Penerima Bansos Bakal Dibuatkan Rekening Bank
CNN Indonesia · 8 September 2026 pukul 18.11
Purbaya Ungkap Alasan Prabowo Minta Bank Negara Buatkan Rekening Warga
Berita terkait
Warga Usia 17 Tahun Bakal Dapat Rekening Bank dan Saldo Rp50 Ribu dari Pemerintah
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 14.30
Bikin KTP Bisa Sekaligus Dapat Rekening untuk Bansos? Ini Rencana Pemerintah
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 08.33
Gebrakan Baru Prabowo, Warga Usia 17 Tahun Auto Punya Rekening, Ada Saldonya...
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 07.45
Pemerintah Targetkan 200 Juta Penduduk Buka Rekening Bank Pakai NIK, Ini Penjelasan Airlangga
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 05.30