Resign Kok Bayar? Ini Fenomena Aneh Pekerja Jepang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Fenomena jasa agen pengunduran diri (taishoku daiko) meningkat di Jepang karena budaya kerja yang menekankan loyalitas tinggi dan hierarki ketat. Layanan ini memungkinkan pekerja resign tanpa konfrontasi dengan atasan untuk menghindari intimidasi, rasa bersalah, atau dampak pelecehan di tempat kerja. Salah satu agensi, Albatross, melayani sekitar 450 klien per bulan dengan biaya sekitar US$ 138,5 per orang, mayoritas adalah profesional muda di sektor jasa dan manufaktur.
Selain taishoku daiko, muncul tren ketidakpuasan kerja lainnya seperti Ribenji Taishoku (resign balas dendam) yang merugikan perusahaan, serta Shizuka na Taishoku (quiet quitting) yang dilakukan oleh 45% karyawan penuh waktu. Tingginya tren ini dipicu oleh tekanan mental dan budaya 'pekerjaan seumur hidup' pasca Perang Dunia II yang membuat pengunduran diri dianggap sebagai pengkhianatan terhadap perusahaan.
Bagikan
Berita terkait
Fenomena Baru di Jepang, Budaya Gila Kerja 'Bangkit dari Kubur'
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 16.35
Menko Muhaimin ke Jepang, Perluas Jalur Kerja Legal bagi WNI lewat Skema SSW
SINDOnews · 29 Juli 2026 pukul 14.51
Heli Chinook Militer Jepang Mulai Padamkan Karhutla di Kalbar
kumparan · 17 September 2026 pukul 14.41
Menaker Target 1,5 Juta Orang Bisa Terserap Program Penempatan Kerja
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 14.35