Persoalan Pelik BUMN Karya: Utangnya Besar-besar!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Chief Operating Officer (COO) Danantara dan Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria membahas progres restrukturisasi BUMN Karya di Gedung DPR, Jakarta, pada Selasa (18/8/2026). Menurutnya, masalah utama yang dihadapi BUMN Karya adalah utang yang sangat besar, tidak hanya di tingkat perusahaan induk (holding) tetapi juga menyebar ke anak dan cucu perusahaan. Setiap holding BUMN Karya memiliki lebih dari 20 anak perusahaan, dan banyak dari mereka juga mengalami kesulitan keuangan. Dony menjelaskan bahwa solusi seperti merger atau pembubaran perusahaan bisa dilakukan, namun Danantara memilih pendekatan bertahap untuk menghindari dampak negatif yang luas terhadap ekosistem terkait. Total utang yang harus diselesaikan mencapai ratusan triliun rupiah, sehingga prosesnya membutuhkan waktu yang cukup lama. Dony menargetkan penyelesaian restrukturisasi ini selesai pada akhir tahun 2026, meskipun menyatakan bahwa dinamika penyelesaian masih cukup rumit dan tidak bisa dijamin pasti.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 19.46
Restrukturisasi BUMN Karya Rumit, Danantara: Utangnya Ratusan Triliun
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 15.43
Kawal Ketat Restrukturisasi WIKA, Danantara Tak Ingin Ada Akal-akalan
VOI · 19 Agustus 2026 pukul 16.13
Dony Oskaria Ungkap Penyebab Restrukturisasi BUMN Karya Belum Rampung
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 06.40
Danantara Sulit Restrukturisasi BUMN Karya, Ini Alasannya
Berita terkait
Danantara Bereskan BUMN Karya: Utang Ratusan Triliun, Anak-Cucu Ikut Bermasalah
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 18.30
Danantara Target BUMN Sisa 200 di Akhir 2026
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 19.34
Danantara Kejar Penyelesaian Merger PTPP-ADHI, Berikutnya Waskita-WIKA
JawaPos · 2 Oktober 2026 pukul 16.15
Danantara Dahulukan Merger 4 BUMN Karya Ini, WIKA-Waskita Belakangan
kumparan · 2 Oktober 2026 pukul 14.43