RI Setop Impor Beras, Mentan: Petani Negara Lain Demo
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan Indonesia menghentikan impor beras pada 2025 setelah sebelumnya menjadi importir terbesar dunia dengan volume 7 juta ton pada 2023-2024. Keputusan ini diambil karena peningkatan produksi nasional guna mencapai swasembada beras dan melindungi motivasi 115 juta petani lokal.
Penghentian impor ini berdampak signifikan pada pasar global, menyebabkan harga beras dunia turun dari US$ 660 per ton menjadi sekitar US$ 368 per ton. Hal ini memicu tekanan ekonomi bagi petani di negara eksportir seperti Thailand, Vietnam, India, dan Pakistan, yang dilaporkan melakukan demonstrasi. Meski ada permintaan dari pemimpin negara lain agar Indonesia membuka kembali impor, pemerintah tetap berkomitmen menolaknya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 22 September 2026 pukul 11.37
Mentan: Penindakan impor beras ilegal lindungi petani, jaga swasembada
Berita terkait
Swasembada Bawang Putih Dikejar, Produksi Ditarget Tembus 630 Ribu Ton
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 18.36
KTT BRICS 2026: Prabowo Tegaskan Kesiapan Indonesia Perkuat Ketahanan Pangan Dunia
Media Indonesia · 13 September 2026 pukul 16.06
Akselerasi Swasembada Bawang Putih Nasional, 10.000 Hektare Lahan Disiapkan di Jabar
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 11.32
Lahan 10.000 Ha di Jawa Barat Siap Dukung Swasembada Bawang Putih
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 17.08