RI Siap Lawan Arus Saat Ekonomi Dunia Memburuk-Tak Bisa Diprediksi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menyatakan kondisi ekonomi dunia tidak lagi bisa diprediksi akibat perang di berbagai belahan dunia yang belum mereda. Dalam Lampung Financial Festival, ia menjelaskan bahwa ketidakprediksian ini muncul dari forum G20 yang menyatakan perekonomian global belum baik-baik saja. Meski demikian, Bank Indonesia siap menjaga stabilitas rupiah, sistem pembayaran, dan sistem keuangan melalui bauran kebijakan. BI mencatup pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 mencapai 5,29%, melanjutkan tren kuartal I-2026 sebesar 5,6%. Proyeksi pertumbuhan akhir tahun 2026 berkisar 4,9-5,7% dengan inflasi tetap di target 2,5% ± 1%.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 4 September 2026 pukul 21.39
Deputi BI pesan Kepala BI Banten baru perkuat peran mitra strategis
SINDOnews · 4 September 2026 pukul 18.29
Terendah di Jawa, Jakarta Catatkan Inflasi 0,15% di Agustus 2026
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 16.10
Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen Tak Terlalu Sulit Dicapai di Tahun Depan
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 15.38
Rupiah Menguat ke Rp17.679, Pasar Cermati Arah Kebijakan BI di Era Destry
Berita terkait
Destry Sebut Pertumbuhan Ekonomi RI Tak Jelek, Ini Buktinya!
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 15.01
Ekonomi RI Kalah Ngebut dari Vietnam, Tapi Destry Punya Kabar Baik
Detik.com · 3 September 2026 pukul 11.44
Di Forum G20, Bank Indonesia Ungkap 3 Strategi Jaga Stabilitas Ekonomi
Liputan6.com · 3 September 2026 pukul 09.40
Gubernur BI: Ruang pertumbuhan ekonomi makin luas jika ada stabilitas
ANTARA News · 2 September 2026 pukul 18.43