RI Tiru Cara Korsel Jadi Negara Maju, Tetapkan Sektor Prioritas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan Korea Selatan (Korsel) menjadi tolok ukur bagi Indonesia untuk mencapai ambisi menjadi negara maju. Saat ini, pertumbuhan sektor manufaktur Indonesia berada di level 3,77 persen, investasi sebesar 4,84 persen, dan pertumbuhan PDB di kisaran 5,16 persen. Angka-angka ini masih jauh di bawah rekam jejak Korsel yang berhasil menjadikan investasi produktif sebagai fondasi transformasi menuju High-Income Economy pada 1995, dengan pertumbuhan manufaktur di atas 10,7 persen, investasi di atas 10,6 persen, dan pertumbuhan PDB mencapai 8,8 persen.
Untuk menyaingi pencapaian Korsel, pemerintah Indonesia telah menetapkan sejumlah sektor prioritas yang harus dikembangkan. Sektor-sektor tersebut meliputi infrastruktur digital, hilirisasi sumber daya alam (SDA), manufaktur bernilai tambah tinggi, industri hulu strategis, ketahanan pangan, hingga energi terbarukan.
Namun, Suahasil menekankan bahwa pengembangan seluruh sektor tersebut membutuhkan dukungan enablers agar target pertumbuhan dapat tercapai. Enablers yang diperlukan antara lain modal manusia dan produktivitas, infrastruktur dan konektivitas yang andal, institusi yang efektif dan kepastian regulasi, stabilitas makroekonomi dan kondisi pembiayaan yang kompetitif, serta stabilitas politik dan keamanan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 23 September 2026 pukul 14.39
Menkeu Suahasil Bidik Insentif Pajak Rp 576 T pada 2026, 2,2 Persen dari PDB
Berita terkait
Mencari Mesin Baru Buat Mengejar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen Prabowo
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 07.52
Rasio Utang Luar Negeri Tetap Terjaga, BI Laporkan Triwulan II sebesar USD 453,4 Miliar
JawaPos · 18 Agustus 2026 pukul 14.01
Menperin: Industri Manufaktur Sumbang 18% PDB, Bantah RI Deindustrialisasi
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 20.03
Menko Airlangga Peringati HUT RI: Estafet Perjuangan Harus Kita Lanjutkan
Liputan6.com · 17 Agustus 2026 pukul 13.40