Riset DBS Ungkap Sustainability Makin Menentukan Masa Depan Bisnis
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5029588/original/085557500_1732948673-ciri-energi-terbarukan.jpg)
Riset Bank DBS Indonesia dalam laporan bertajuk The Sustainability Shift: Indonesia’s Industrial Landscape in Five Key Sectors, Opportunities and Risks menemukan bahwa inisiatif keberlanjutan semakin menjadi faktor kunci bagi pertumbuhan dan ketahanan bisnis, bukan sekadar kewajiban. Laporan ini mengkaji lima sektor strategis: energi dan infrastruktur, teknologi, media dan telekomunikasi, pangan dan agribisnis, kesehatan dan farmasi, logam dan pertambangan. Setiap sektor menghadapi dinamika keberlanjutan yang unik, sehingga pendekatan keberlanjutan tidak dapat diterapkan secara seragam. Faktor seperti kesiapan proyek, profil risiko, dan struktur pembiayaan menjadi penentu apakah peluang keberlanjutan dapat direalisasikan.
Pergeseran menuju bisnis berkelanjutan mendorong peran perbankan untuk tidak hanya menyediakan modal, tetapi juga mendukung kesiapan proyek, penentuan struktur pembiayaan, dan solusi yang menyeimbangkan keberlanjutan dengan kelayakan komersial. Di sektor logam dan pertambangan, peningkatan kinerja karbon dan praktik pertambangan bertanggung jawab penting untuk mempertahankan kompetitivitas global, terutama dalam pasokan nikel untuk baterai. Sektor pangan dan agribisnis, termasuk kelapa sawit, bergerak menuju peningkatan produktivitas dan kepatuhan terhadap standar global seperti RSPO dan EUDR.
Di sektor teknologi, media, dan telekomunikasi, pertumbuhan AI mendorong pusat data menjadi mesin pertumbuhan baru. Namun, keberhasilan investasi bergantung pada ketersediaan energi terbarukan dan kepastian kebijakan. Infrastruktur, regulasi, dan penguatan keberlanjutan tetap menjadi faktor penentu bagi pertumbuhan berkelanjutan di masa depan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 19.00
Metrodata Ungkap Era Kejar Adopsi AI Sudah Lewat, Kini Fokus ke Dampak Bisnis
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 18.25
Investasi AI Indonesia Melonjak, Tapi Kematangan Implementasi Masih Rendah
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 16.11
Kondisi Geopolitik Bawa 'Berkah' Investasi Data Center di RI
Berita terkait
4 Investasi Terbaik Saat Ini untuk UMKM &Tips Memilihnya
JawaPos · 29 September 2026 pukul 14.45
Tawaran Rp 443 T Ditolak, Raksasa Emas Gagal Merger
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 16.40
Katadata Perkenalkan KESGI 50 Index di SAFE 2026
kumparan · 25 September 2026 pukul 17.23
HKCHAM Indonesia Jembatani Bisnis-Investasi RI, Hong Kong & Tiongkok Daratan
JPNN.com · 23 September 2026 pukul 00.01