Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Riset DBS Ungkap Sustainability Makin Menentukan Masa Depan Bisnis

Riset Bank DBS Indonesia dalam laporan bertajuk The Sustainability Shift: Indonesia’s Industrial Landscape in Five Key Sectors, Opportunities and Risks menemukan bahwa inisiatif keberlanjutan semakin menjadi faktor kunci bagi pertumbuhan dan ketahanan bisnis, bukan sekadar kewajiban. Laporan ini mengkaji lima sektor strategis: energi dan infrastruktur, teknologi, media dan telekomunikasi, pangan dan agribisnis, kesehatan dan farmasi, logam dan pertambangan. Setiap sektor menghadapi dinamika keberlanjutan yang unik, sehingga pendekatan keberlanjutan tidak dapat diterapkan secara seragam. Faktor seperti kesiapan proyek, profil risiko, dan struktur pembiayaan menjadi penentu apakah peluang keberlanjutan dapat direalisasikan.

Pergeseran menuju bisnis berkelanjutan mendorong peran perbankan untuk tidak hanya menyediakan modal, tetapi juga mendukung kesiapan proyek, penentuan struktur pembiayaan, dan solusi yang menyeimbangkan keberlanjutan dengan kelayakan komersial. Di sektor logam dan pertambangan, peningkatan kinerja karbon dan praktik pertambangan bertanggung jawab penting untuk mempertahankan kompetitivitas global, terutama dalam pasokan nikel untuk baterai. Sektor pangan dan agribisnis, termasuk kelapa sawit, bergerak menuju peningkatan produktivitas dan kepatuhan terhadap standar global seperti RSPO dan EUDR.

Di sektor teknologi, media, dan telekomunikasi, pertumbuhan AI mendorong pusat data menjadi mesin pertumbuhan baru. Namun, keberhasilan investasi bergantung pada ketersediaan energi terbarukan dan kepastian kebijakan. Infrastruktur, regulasi, dan penguatan keberlanjutan tetap menjadi faktor penentu bagi pertumbuhan berkelanjutan di masa depan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait