Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

BRI jaga momen pertumbuhan kredit dengan kedepankan kehati-hatian

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menjaga momentum pertumbuhan kredit dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang disiplin. Direktur Manajemen Risiko BRI, Ety Yuniarti, menyatakan bahwa prinsip kehati-hatian menjadi fondasi dalam setiap keputusan penyaluran kredit guna memastikan ekspansi bisnis berjalan secara sehat, berkualitas, dan berkelanjutan. BRI menerapkan proses underwriting yang ketat, pemantauan kualitas kredit secara berkala, serta sistem early warning untuk mendeteksi risiko sejak dini. Bank ini tetap memiliki appetite untuk tumbuh dan menyalurkan kredit ke sektor produktif, namun dengan pendekatan yang selektif dan terukur, sambil mempertimbangkan profil risiko debitur, prospek usaha, dan kemampuan membayar.

Sebagai bank yang fokus pada pemberdayaan UMKM, BRI menilai pertumbuhan kredit tidak hanya dari besarnya penyaluran, tetapi juga dari kualitas kredit yang dihasilkan. Setiap proses penyaluran kredit dilakukan dengan memperhatikan karakteristik risiko nasabah, sektor, dan industri yang dibiayai. BRI juga secara konsisten menyempurnakan kebijakan perkreditan dan mekanisme monitoring portofolio agar tetap responsif terhadap dinamika ekonomi.

Hasil penguatan manajemen risiko tercermin dari perbaikan rasio NPL dan Loan at Risk (LaR). Rasio NPL BRI turun dari 3,07% pada akhir Desember 2025 menjadi 3,01% pada Maret 2026. Sementara rasio LaR juga mengalami penurunan signifikan dari 11,13% pada Maret 2025 menjadi 9,67% pada Maret 2026, atau turun 145 basis poin. BRI juga menjaga kecukupan pencadangan dengan rasio NPL Coverage sebesar 179,45% dan rasio LaR Coverage sebesar 55,75%, yang menunjukkan kedisiplinan dalam mengelola risiko kredit.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait