Rupiah Berpotensi Melemah Hari Ini, Dipengaruhi Sentimen Suku Bunga The Fed
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah diperkirakan melemah pada perdagangan Selasa (25/8) setelah sebelumnya ditutup menguat 27 poin menjadi Rp 17.721 per dollar AS pada Senin (24/8). Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menyatakan pergerakan rupiah dipengaruhi oleh sentimen dalam dan luar negeri. Secara eksternal, aktivitas jasa AS tetap solid dengan indeks PMI Jasa S&P Global mencapai 56,8 pada Agustus, tertinggi sejak Desember 2024 dan di atas 54,6 bulan sebelumnya. Namun, PMI manufaktur AS melambat dari 53,9 ke 53,2, level terendah dalam lima bulan. Kekhawatiran inflasi akibat kenaikan harga energi dan ketegangan di Timur Tengah berpotensi mendorong kenaikan suku bunga Federal Reserve. Secara internal, pasar merespons negatif lebarnya defisit transaksi berjalan Indonesia pada kuartal II 2026 sebesar USD 12,5 miliar atau 3,3 persen PDB, melonjak dari USD 3,6 miliar atau 1 persen PDB kuartal sebelumnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 17.05
Nilai Tukar Rupiah Diakhir Perdagangan Bertengger pada Level 17.694 per Dolar AS
ANTARA News · 24 Agustus 2026 pukul 16.20
Rupiah melemah seiring respons negatif atas defisit transaksi berjalan
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 15.07
Rupiah Ditutup Melemah, Dolar AS Naik Jadi Rp17.705
Liputan6.com · 24 Agustus 2026 pukul 18.00
Rupiah Melemah ke 17.721 per Dolar AS, Defisit Transaksi Berjalan Jadi Pemberat
Berita terkait
Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat di Level Rp17.694 per USD
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 16.22
Rupiah Berpotensi Melemah Hari Ini, Hasil Keputusan BI Rate Jadi Sorotan Pasar
JawaPos · 20 Agustus 2026 pukul 08.17
Bank Indonesia Diperkirakan Tahan Suku Bunga Acuan pada RDG Siang Ini
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 09.40
Rupiah Tertahan di Rp17.877 per Dolar AS Sore Ini
CNN Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 16.10