Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah dan Mayoritas Mata Uang Asia Menguat Pagi Ini

Nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,16 persen ke posisi Rp17.715 per dolar AS pada perdagangan Jumat (21/8/2026), sejalan dengan penguatan mayoritas mata uang Asia yang didorong oleh melemahnya dolar AS. Won Korea Selatan mencatat penguatan terbesar sebesar 0,96 persen, diikuhi dolar Taiwan dan rupiah. Penguatan ini terkait dengan pelemahan indeks dolar AS ke level 98,76 setelah investor menjual aset berbasis dolar, termasuk akibat defisit anggaran AS sebesar US$432,3 miliar pada Juli 2026. Ringgit Malaysia adalah pengecualian yang masih melemah, meski dalam intensitas terbatas.

Pasar merespon positif terhadap rencana pemerintah memangkas kuota BBM bersubsidi hingga 58,5 persen pada 2027 sebagai langkah pengendalian subsidi. Namun, pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menyampaikan kebijatan ini berpotensi meningkatkan beban bagi masyarakat pengguna BBM bersubsidi, terutama jenis Pertalite yang dominan digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Pemerintah menggunakan asumsi harga minyak mentak Indonesia (ICP) sebesar US$75 per barel pada 2027, di bawah harga pasar saat ini sekitar US$83 per barel.

Dampak langsung dari pembatasan kuota BBM subsidi ini dapat meningkatkan biaya transportasi dan mobilitas bagi masyarakat, terutama mereka yang bergantung pada kendaraan pribadi untuk kebutuhan harian. Jika akses ke BBM bersubsidi terbatas, kemungkinan besar pengguna akan beralih ke BBM nonsubsidi yang lebih mahal, sehingga menambah beban pengeluaran rumah tangga.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait