Rupiah Diprediksi Melemah di Awal September, Imbas Subsidi BBM dan Tekanan Global
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah diprediksi melemah pada perdagangan 1 September 2026, setelah ditutup melemah 29 poin menjadi Rp 17.722 per USD pada 31 Agustus. Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menyatakan tekanan rupiah berasal dari ketidakpastian geopolitik global dan kenaikan harga energi, dengan proyeksi fluktuasi di rentang Rp 17.720-Rp 17.780. Kondisi ini berpotensi membebani APBN melalui peningkatan subsidi dan kompensasi energi, yang hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp 233 triliun dan diperkirakan akan terus meningkat hingga akhir tahun.
Tiga variabel utama yang menentukan besaran subsidi energi adalah harga energi global, nilai tukar rupiah, dan tingkat konsumsi domestik. Ketergantungan pada faktor eksternal ini mendorong pemerintah untuk melakukan reformasi skema subsidi energi guna mengurangi risiko fiskal. Tekanan ini juga berpotensi memberikan dampak lebih besar pada kondisi keuangan negara pada 2027.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 1 September 2026 pukul 09.35
Rupiah Menguat ke Rp17.715 per Dolar AS Pagi Ini
Detik.com · 1 September 2026 pukul 09.32
Dolar AS Turun Tipis ke Level Rp 17.715
CNN Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 09.39
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.750 per Dolar AS Pagi Ini
ANTARA News · 31 Agustus 2026 pukul 16.41
Rupiah melemah seiring memanasnya hubungan AS dengan Iran
Berita terkait
Ekonom Soroti Dampak dari Rupiah Melemah di Atas Asumsi Rp 17.500 pada 2027
kumparan · 29 Agustus 2026 pukul 19.00
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.689 per Dolar AS Pagi Ini
CNN Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 09.50
Rupiah Lesu ke Rp17.744 per Dolar AS Sore Ini
CNN Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 16.15
Video: Bos Sekuritas Nilai Target PDB - Rupiah Prabowo 2027 Realistis
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 12.12