Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah Ditutup Melemah Rp17.721 Akibat Sentimen Negatif Pasar Terhadap Defiit Transaksi Berjalan

Nilai tukar rupiah ditutup melemah 27 poin ke Rp17.721 per USD pada Senin (24/8/2026) setelah pasar merespons negatif terhadap pelebaran defisit transaksi berjalan Indonesia. Defisit transaksi berjalan triwulan II 2026 mencapai US$12,5 miliar atau 3,3% PDB, melonjak dari US$3,6 miliar atau 1% PDB pada triwulan sebelumnya. Pengamat Ibrahim Assuaibi menyatakan pelebaran ini dipengaruhi faktor temporer seperti kenaikan impor minyak akibat harga minyak dunia yang tinggi.

Meski defisit transaksi berjalan melebar, neraca pembayaran Indonesia (NPI) secara keseluruhan tetap terjaga. Pada triwulan II 2026, NPI mencatat defisit hanya US$900 juta, jauh lebih rendah dibandingkan defisit US$9,1 miliar pada triwulan I 2026. Perbaikan ini didorong oleh surplus transaksi modal dan keuangan sebesar US$12 miliar, setelah sebelumnya mengalami defisit US$4,8 miliar.

Cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2026 tercatat US$145,6 miliar, setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor. Posisi ini berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor. Bank Indonesia memproyeksikan prospek NPI tetap baik, namun analis memperingatkan risiko berkelanjutan jika harga minyak tetap tinggi dan ekspor melemah akibat perlambatan pertumbuhan global.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait