Nilai Tukar Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.680
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,03% ke posisi Rp17.680 per dolar AS pada Senin (24/8/2026), melanjutkan tren penguatan dari perdagangan sebelumnya. Pada Jumat (21/8/2026), rupiah ditutup di Rp17.685, menjadi penutupan terkuat sejak 22 Mei 2026. Penguatan ini terjadi meski indeks dolar AS (DXY) sedikit naik 0,03% ke 98,834. Namun, tekanan eksternal tetap mendominasi pasar, termasuk tingginya imbal hasil obligasi AS dengan yield Treasury 10 tahun mencapai 4,738% dan 30 tahun di 5,276%.
Di sisi lain, defisit transaksi berjalan Indonesia meluas signifikan pada kuartal II-2026, melonjak menjadi US$12,49 miliar dari US$3,58 miliar pada kuartal sebelumnya. Pelebaran ini terutama disebabkan oleh meningkatnya defisit perdagangan migas dan penurunan surplus perdagangan nonmigas. Kepala Ekonom Bank Danamon Irman Faiz menyatakan bahwa defisit yang semakin besar akan membatasi ruang penguatan rupiah dan meningkatkan ketergantungan pada aliran modal asing.
Pasar juga menantikan dua peristiwa penting: simposium tahunan The Fed di Jackson Hole dan proses pemilihan Gubernur Bank Indonesia yang baru. Calon Gubernur BI Destry Damayanti akan diuji kelayakan oleh Komisi XI DPR pada Rabu (26/8/2026). Irman Faiz memproyeksikan rupiah berada di kisaran Rp17.900-18.150 pada akhir tahun, dengan level Rp18.000 masih termasuk dalam rentang fundamental.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 09.35
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.698 per Dolar AS Pagi Ini
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 17.00
Rupiah Menguat 0,75% dalam Sepekan, Simak Proyeksi Pekan Depan
Berita terkait
Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.680
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 09.05
Kurs rupiah dipengaruhi rilis data NPI kuartal II-2026
ANTARA News · 21 Agustus 2026 pukul 09.48
Rupiah Menguat 4 Hari Beruntun, Dolar AS Turun ke Rp17.750
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 15.06
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp18.000 Lagi
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 09.04