Rupiah Kembali Melemah Tertekan Data Tenaga Kerja AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3337093/original/010245400_1609328702-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-2.jpg)
Nilai tukar rupiah melemah 21 poin (0,12%) menjadi Rp 17.915 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Kamis (1/10/2026). Penurunan ini dipicu oleh data Automatic Data Processing (ADP) Employment Change AS periode September 2026 yang naik signifikan menjadi 90 ribu dari 38 ribu, menunjukkan ketahanan pasar tenaga kerja AS yang meningkatkan permintaan dolar.
Kondisi ini terjadi meski indikator inflasi PCE dan Core PCE AS berada di bawah estimasi pasar. Di dalam negeri, Bank Indonesia berkomitmen menjaga stabilitas kurs. Pasar kini menantikan data BPS terkait inflasi September yang diprediksi naik menjadi 3,35% yoy dan surplus neraca perdagangan Agustus yang diperkirakan meningkat menjadi US$ 0,93 miliar. Rupiah diproyeksikan bergerak di rentang Rp 17.825 hingga Rp 17.925 per dolar AS.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 30 September 2026 pukul 14.38
Prediksi Rupiah Hari Ini 30 September 2026: Berpotensi Melemah ke Kisaran Rp 18.030 per Dolar AS
JawaPos · 30 September 2026 pukul 14.00
Nilai Tukar Rupiah Terdepresiasi 7,74 Persen hingga Akhir September 2026, Ini Penjelasan BI
JawaPos · 30 September 2026 pukul 07.45
Prediksi Rupiah Hari Ini 30 September 2026: Berpotensi Melemah ke Kisaran Rp 18.030 per Dolar AS
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 14.00
BI Ungkap Penyebab Rupiah Kembali Tembus Rp18 Ribu per Dolar AS
Berita terkait
Rupiah Lepas dari Bayang-Bayang 18.000 per Dolar AS, Ada Intervensi BI
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 19.00
BI Buka Suara soal Rupiah Kembali Tembus Rp18 Ribu Hari Ini
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 12.06
Dolar AS Tembus Rp 18.000 Lagi
Detik.com · 29 September 2026 pukul 09.32
BI siapkan sejumlah strategi guna jaga stabilitas rupiah
ANTARA News · 28 September 2026 pukul 16.39