Rupiah Lepas dari Bayang-Bayang 18.000 per Dolar AS, Ada Intervensi BI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3337097/original/098406000_1609328704-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-6.jpg)
Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu, mencapai 17.894 per dolar AS atau naik 0,48 persen. Kurs JISDOR Bank Indonesia juga menguat ke level 17.877 per dolar AS. Penguatan ini terjadi setelah rupiah sempat menembus angka 18.000 per dolar AS, yang memicu intervensi konsisten dari Bank Indonesia di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
Selain intervensi BI, penguatan rupiah didorong oleh sentimen global dan penurunan harga minyak dunia. Pernyataan Presiden New York Fed mengenai tidak adanya urgensi kenaikan suku bunga The Fed mengurangi tekanan terhadap mata uang regional. Di sisi lain, harga minyak Brent turun 2,8 persen menjadi US$ 102,35 per barel dan WTI turun 3,8 persen menjadi US$ 89 per barel menyusul membaiknya pasokan minyak dari Arab Saudi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 30 September 2026 pukul 14.00
Nilai Tukar Rupiah Terdepresiasi 7,74 Persen hingga Akhir September 2026, Ini Penjelasan BI
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 14.00
BI Ungkap Penyebab Rupiah Kembali Tembus Rp18 Ribu per Dolar AS
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 12.06
BI Buka Suara soal Rupiah Kembali Tembus Rp18 Ribu Hari Ini
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 16.50
BI Proyeksi Kebutuhan Valas Mulai Melemah di Akhir Tahun, Rupiah Bakal Menguat?
Berita terkait
BI siapkan sejumlah strategi guna jaga stabilitas rupiah
ANTARA News · 28 September 2026 pukul 16.39
Dolar AS Hampir Rp 18 Ribu, Airlangga: Fluktuasi Itu Biasa
Detik.com · 25 September 2026 pukul 13.01
Rupiah Kian Dekati Rp18.000, Harga Minyak dan Geopolitik Jadi Sorotan
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 15.30
Rupiah Ditutup Koreksi 0,51%, Dolar AS Naik ke Posisi Rp17.885
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 15.07