Jakarta · Senin, 28 September 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah Melemah Dekati 18.000 per Dolar AS, Analis Ungkap Penyebabnya

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 0,25 persen ke level Rp 17.948 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Senin, dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal. Analis Doo Financial Lukman Leong menjelaskan bahwa data penjualan barang tahan lama AS yang lebih kuat dari perkiraan, kenaikan imbal hasil obligasi AS, harga minyak mentah yang tinggi, dan prospek kenaikan suku bunga The Fed menjadi pendorong utama penguatan dolar AS. Penjualan barang tahan lama AS pada Agustus tumbuh 0 persen, lebih baik dari proyeksi penurunan 0,4 persen, sementara pesanan baru mencapai US$ 338,6 miliar. Hubungan AS-Iran juga menjadi sorotan pasar setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal Iran untuk membuka kembali jalur perairan strategis dan memulakan kembali pembicaraan nuklir. Imbal hasil obligasi AS naik, dengan yield 10 tahun di 5,2 persen dan 30 tahun di 5,52 persen. Harga minyak WTI mencapai US$ 94,15 per barel dan Brent US$ 103,2 per barel. Peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober diperkirakan 70 persen, mendukung ekspektasi kebijakan moneter yang tetap ketat. Rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp 17.900-Rp 18.000 per dolar AS.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait