Rupiah melemah seiring data penjualan barang tahan lama AS lebih kuat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah melemah 45 poin (0,25%) menjadi Rp17.948 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Senin. Pelemahan ini dipicu oleh data penjualan barang tahan lama AS yang lebih kuat dari perkiraan, yakni stabil di 0% dibandingkan prediksi penurunan 0,4%, dengan pesanan baru mencapai 338,6 miliar dolar AS.
Faktor lain yang menekan rupiah meliputi kenaikan imbal hasil obligasi AS (10 tahun di 5,2% dan 30 tahun di 5,52%), kenaikan harga minyak mentah, serta penolakan AS terhadap proposal Iran. Selain itu, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada Oktober meningkat menjadi 70%. Rupiah diprediksi bergerak di kisaran Rp17.900-Rp18.000 per dolar AS.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 28 September 2026 pukul 10.40
Rupiah Melemah Dekati 18.000 per Dolar AS, Analis Ungkap Penyebabnya
JawaPos · 28 September 2026 pukul 07.15
Dibayangi Sikap Hawkish The Fed dan Data Ekonomi AS, Rupiah Berpotensi Tertekan
JPNN.com · 28 September 2026 pukul 10.57
Ambruk Lagi, Kurs Rupiah Makin Mengkhawatirkan
Detik.com · 28 September 2026 pukul 09.52
Dolar AS Makin Dekat ke Rp 18.000!
Berita terkait
Terus Melemah, Rupiah Berpotensi Terperosok ke Rp 18.000 Hari ini
JawaPos · 25 September 2026 pukul 09.00
Lanjutkan Pelemahan, Rupiah Berpotensi Terperosok ke Rp 18.000 Hari ini
JawaPos · 25 September 2026 pukul 06.45
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.876 per Dolar AS Pagi Ini
CNN Indonesia · 22 September 2026 pukul 09.30
The Fed Kerek Suku Bunga, Rupiah Tertekan ke Level Rp17.753
SINDOnews · 17 September 2026 pukul 15.49