Rupiah Melemah, IHSG Ambruk 2%, Airlangga Cuma Bilang: Namanya Juga Market
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah dan Bank Indonesia (BI) tengah memantau situasi pasar keuangan setelah rupiah melemah dan IHSG turun sekitar 2% pada 29 September 2026. Menurutnya, fluktuasi mata uang dan pasar saham merupakan bagian normal dari dinamika pasar yang dapat berubah secara harian. Airlangga menekankan agar pasar tidak hanya dinilai dari performa satu hari, melainkan dari perspektif jangka menengah. Ia juga menyebutkan bahwa pasar modal telah menyiapkan regulasi seperti short selling untuk menanggapi kondisi penurunan. Namun, ia tidak merinci faktor spesifik yang menyebabkan pelemahan rupiah pada periode tersebut. Pernyataannya disampaikan saat berpartisipasi dalam HSBC Indonesia Summit 2026 di The St. Regis Jakarta.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 10.25
IHSG Ambruk 2%-Dolar AS ke Rp18.000, Menko Airlangga Buka Suara!
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 16.44
IHSG Anjlok 1% dan Dolar AS Nyaris Rp 18.000, Ini Penyebabnya
Liputan6.com · 29 September 2026 pukul 18.00
Harga Minyak Tembus US$ 108, Airlangga Optimistis Target Ekonomi Tak Berubah
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 16.29
IHSG Merosot ke 6.121, 373 Saham Merah
Berita terkait
Rupiah dan IHSG Menguat Usai Pidato Presiden Prabowo di Sidang Tahunan MPR 2026
JawaPos · 14 Agustus 2026 pukul 16.01
Video: Calon Gubernur BI Direspons Positif, Rupiah Lanjut Menguat?
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 15.25
Video: Prabowo Usul Destry Jadi Gubernur BI, Apa Efeknya ke Rupiah-SBN
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 11.10
Rupiah dan IHSG Merah, Said Didu Sindir Kinerja Menkeu Pengganti Purbaya
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 13.25