IHSG Anjlok 1% dan Dolar AS Nyaris Rp 18.000, Ini Penyebabnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

IHSG anjlok 1,51% menjadi 6.147,86 pada 28 September 2026, sementara rupiah dekat Rp18.000/US$ (Rp17.965). Penyebab utama adalah kebijakan moneter Fed yang menaikkan suku bunga 25 bp ke 3,75%-4,00% dan strong dollar. BEI hapus batas minimum saham dari Rp50 ke Rp1 untuk meningkatkan price discovery dan likuiditas. Rupiah tekanan inflasi global 4,6% dan harga minyak US$125,53/barel. 532 saham melemah, transaksi Rp12,58 triliun.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 16.54
Bos BI Buka-bukaan Penyebab Rupiah Melemah
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 09.16
IHSG Anjlok di Zona Merah pada Awal Pekan, Turun ke Level 6.209,74
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 08.02
IHSG Dihantui Suku Bunga Tinggi, Harga Minyak dan Rupiah Jadi Perhatian
kumparan · 28 September 2026 pukul 17.29
IHSG Ditutup Anjlok 1,51%, Penerapan Harga Saham Rp 1 Disebut Ikut Jadi Pemicu
Berita terkait
Video: Sebab Asing Tinggalkan RI dan Bikin IHSG dan Rupiah Tertekan
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 15.02
Rupiah Melemah 0,48%, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 15.04
Video: Sebab Rupiah Melemah dan Berpotensi Tembus Rp 18.000/USD
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 12.35
Bos BI Beri Peringatan, Mata Uang Dunia Tengah Hadapi "Strong Dollar"
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 12.02