Rupiah Melemah ke Rp17.847 per Dolar AS Pagi Ini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah dibuka melemah ke posisi Rp17.847 per dolar AS pada perdagangan Selasa (18/8) pagi. Mata uang Garuda tercatat turun sebesar 49 poin atau sekitar 0,28 persen dibandingkan sesi perdagangan sebelumnya. Pelemahan mata uang domestik ini berlangsung di tengah pergerakan nilai tukar mata uang kawasan Asia yang cenderung bervariasi terhadap dolar AS.
Di kawasan regional, mata uang seperti yuan China, yen Jepang, dan peso Filipina mengalami pelemahan, sedangkan ringgit Malaysia serta won Korea Selatan berhasil menguat, dengan dolar Singapura dan dolar Hong Kong terpantau stabil. Sementara itu, sebagian besar mata uang utama negara maju, termasuk poundsterling Inggris, dolar Australia, dan dolar Kanada, menunjukkan tren penguatan terhadap dolar AS.
Analis pasar uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah masih berpotensi tertekan lebih lanjut. Sentimen negatif ini utamanya didorong oleh meningkatnya eskalasi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah dan kenaikan harga minyak mentah dunia usai berakhirnya gencatan senjata antara AS dan Iran. Pergerakan rupiah sepanjang hari ini diproyeksikan berada pada rentang Rp17.750 sampai Rp17.850 per dolar AS.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 17 Agustus 2026 pukul 10.15
Kado Kemerdekaan, Rupiah Menguat di 17 Agustus
Liputan6.com · 18 Agustus 2026 pukul 11.15
Rupiah Hari Ini Melemah, Pasar Tunggu Keputusan BI
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 12.45
Hadiah HUT Kemerdekaan, Nilai Tukar Rupiah Terpantau Menguat
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 16.40
Rupiah Diprediksi Berpotensi Melemah pada Senin
Berita terkait
Rupiah Menguat 25 Poin, USD Kini di Level Rp 17.997
JPNN.com · 3 Agustus 2026 pukul 18.29
Kado HUT RI, Rupiah Menguat ke Rp17.798 Sore Ini
CNN Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 16.57
Rupiah Menguat ke Rp17.792 per Dolar AS Pagi Ini
CNN Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 11.00
Bambang Brodjonegoro Bilang Rupiah Bisa Kembali Menguat, Ini Wejangan untuk BI
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 03.20