Rupiah Melemah Lagi, Gubernur BI Beberkan Penyebabnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9338661/original/077969400_1788337107-kom7.jpg)
Rupiah melemah menjadi Rp 17.855 per US$ pada 22 September 2026, turun 0,78% dibanding Agustus. Gubernur BI Destry Damayanti menyatakan tekanan utama dari penguatan dolar AS, imbal hasil aset AS yang tinggi, dan bergesernya modal dari negara berkembang ke maju. Kebijakan moneter global yang ketat dan fenomena 'higher for longer' memperparah tekanan pada rupiah serta neraca pembayaran Indonesia. Untuk menjaga stabilitas, BI mempertahankan BI-Rate 5,75% dan memperkuat intervensi valuta asing melalui NDF, spot, serta DNDF. Insentif hedging diperluas untuk menarik modal asing, sementara kerja sama Local Currency Transaction dengan negara mitra dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS.
Bagikan
Berita terkait
BI antisipasi "higher for longer" dengan kenaikan bunga pada Mei-Juni
ANTARA News · 23 September 2026 pukul 18.55
BI siapkan sejumlah strategi guna jaga stabilitas rupiah
ANTARA News · 28 September 2026 pukul 16.39
Rupiah Ditutup Lesu ke Rp17.798 per Dolar AS Senin Sore
CNN Indonesia · 28 September 2026 pukul 16.10
Wanti-wanti Dolar AS Menguat, Bos BI Beber Strategi Jaga Rupiah
CNN Indonesia · 28 September 2026 pukul 15.50