Jakarta · Senin, 28 September 2026Cari
WargaKonoha

Wanti-wanti Dolar AS Menguat, Bos BI Beber Strategi Jaga Rupiah

Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, memperingatkan tantangan penguatan dolar AS akibat kenaikan suku bunga The Fed (3,75-4%) dan inflasi global sebesar 4,6%. Tekanan ini diperburuk oleh konflik geopolitik Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak mentah hingga US$125,53 per barel pada September 2026, sehingga mengancam neraca pembayaran dan stabilitas nilai tukar rupiah.

Menghadapi situasi 'higher for longer', BI mempertahankan BI Rate di level 5,75% karena inflasi domestik masih terkendali (inflasi inti ~2%, umum 3,19%). Strategi BI fokus pada stabilitas melalui pengawasan lalu lintas devisa, operasi moneter repo non-SBN bersama PT SMF mulai Oktober 2026, serta diversifikasi mata uang melalui Local Currency Transaction (LCT) dan penguatan likuiditas renminbi serta yen.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait