Wanti-wanti Dolar AS Menguat, Bos BI Beber Strategi Jaga Rupiah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, memperingatkan tantangan penguatan dolar AS akibat kenaikan suku bunga The Fed (3,75-4%) dan inflasi global sebesar 4,6%. Tekanan ini diperburuk oleh konflik geopolitik Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak mentah hingga US$125,53 per barel pada September 2026, sehingga mengancam neraca pembayaran dan stabilitas nilai tukar rupiah.
Menghadapi situasi 'higher for longer', BI mempertahankan BI Rate di level 5,75% karena inflasi domestik masih terkendali (inflasi inti ~2%, umum 3,19%). Strategi BI fokus pada stabilitas melalui pengawasan lalu lintas devisa, operasi moneter repo non-SBN bersama PT SMF mulai Oktober 2026, serta diversifikasi mata uang melalui Local Currency Transaction (LCT) dan penguatan likuiditas renminbi serta yen.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 28 September 2026 pukul 16.39
BI siapkan sejumlah strategi guna jaga stabilitas rupiah
Detik.com · 28 September 2026 pukul 16.06
BI Kurangi 'Bakar' Devisa untuk Jaga Rupiah, Intervensi Spot Tinggal 30%
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 15.50
Ditanya BI Rate Bakal Naik 3 Bulan Lagi, Destry: Kita Lihat Nanti
kumparan · 28 September 2026 pukul 15.19
BI-Rate Ditahan di 5,75% Dinilai Tepat, Jaga Penyaluran Kredit hingga Rupiah
Berita terkait
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Kembali Tembus Rp17.900
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 09.03
Rupiah Kian Dekati Rp18.000, Harga Minyak dan Geopolitik Jadi Sorotan
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 15.30
Rupiah Menguat ke Rp17.817 per Dolar AS Ditopang Keputusan BI Tahan Suku Bunga
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 15.41
BI Buka-bukaan Cara Perkuat Rupiah Lawan Dolar AS
Detik.com · 23 September 2026 pukul 15.35