Rupiah Melemah Tergerus Sentimen Global, BI Siap Intervensi Pasar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3029348/original/099783600_1579686479-20200122-Penguatan-Rupiah-1.jpg)
Nilai tukar rupiah melemah ke level 17.997 per dolar AS akibat sentimen global, terutama kenaikan harga minyak dunia hingga US$ 108 per barel dan lonjakan yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun ke 5,23%. Kondisi ini memicu kekhawatiran inflasi global dan ekspektasi pengetatan kebijakan moneter oleh The Fed, yang menyebabkan aliran modal asing keluar dari negara berkembang serta meningkatnya kebutuhan valas importir domestik.
Bank Indonesia (BI) melakukan intervensi pasar melalui transaksi NDF, spot, DNDF, dan pembelian SBN di pasar sekunder untuk menjaga stabilitas rupiah. Meski tertekan, pelemahan rupiah secara quarter-to-date masih terbatas sebesar 0,67%. Ketahanan mata uang didukung oleh cadangan devisa yang mencapai US$ 146,5 miliar pada akhir Agustus 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 29 September 2026 pukul 12.06
BI Ungkap Penyebab Dolar AS Tembus Rp 18.000
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 12.06
BI Buka Suara soal Rupiah Kembali Tembus Rp18 Ribu Hari Ini
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 10.02
Breaking! Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 09.26
Rupiah Jebol Level Rp18 Ribu per Dolar AS Pagi Ini
Berita terkait
Video: Rupiah Dekati Rp 18.000/USD,Langkah Stabilisasi BI Sudah Cukup?
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 16.15
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.876 per Dolar AS Pagi Ini
CNN Indonesia · 22 September 2026 pukul 09.30
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.753 Usai The Fed Naikkan Suku Bunga
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 15.33
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp18.000 Lagi
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 09.04