Video: Rupiah Dekati Rp 18.000/USD,Langkah Stabilisasi BI Sudah Cukup?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar Rupiah mengalami tekanan besar pada September 2026 hingga mendekati Rp 18.000/USD. Kondisi ini dipicu oleh kenaikan suku bunga The Fed, lonjakan yield US Treasury, serta kenaikan harga minyak yang mendorong inflasi dan memicu capital outflow.
Bank Indonesia melakukan langkah stabilisasi melalui diskon swap hedging dan pemberian keleluasaan hedging bagi investor asing di dalam negeri. Sinergi antara Kemenkeu dan BI turut memperkuat keyakinan pelaku pasar terhadap kebijakan moneter dan fiskal Indonesia, sehingga pasar keuangan RI dinilai tetap menarik dibandingkan negara peers.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 25 September 2026 pukul 09.00
Terus Melemah, Rupiah Berpotensi Terperosok ke Rp 18.000 Hari ini
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 07.50
Rupiah Lesu, Bos BI Siapkan Jurus Jaga Stabilitas Nilai Tukar
JawaPos · 25 September 2026 pukul 06.45
Lanjutkan Pelemahan, Rupiah Berpotensi Terperosok ke Rp 18.000 Hari ini
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 13.52
BI Proyeksikan Nilai Tukar Rupiah Tetap Stabil Di Tengah Dinamika Pasar Global
Berita terkait
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 18.073 per Dolar AS
Liputan6.com · 29 Juli 2026 pukul 18.30
Dolar AS Dekati Rp18.000/US$, Airlangga Buka Suara
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 13.58
Rupiah Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.835 Pagi Ini
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 09.02
Rupiah Diprediksi Melemah di Tengah Pertahanan BI Rate dan Pelunasan Utang BLBI
JawaPos · 24 September 2026 pukul 07.45