Rupiah menguat dipengaruhi membaiknya sentimen domestik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 0,31 persen atau 55 poin ke level Rp17.577 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Rabu. Penguatan ini didorong oleh sentimen domestik yang kuat, khususnya setelah pelantikan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia. Analis Doo Financial Lukman Leong menyatakan rupiah terus menguat sejak pelantikan tersebut. Di samping faktor domestik, tekanan pada dolar AS juga dipengaruhi oleh penguatan yen Jepang hingga level 153,5 per dolar AS, terkuat dalam tujuh bulan terakhir, sekaligus harga minyak WTI yang mencapai tertinggi tiga bulan terakhir. Penguatan yen ditimbulkan oleh intervensi Bank of Japan dan ancaman Menteri Keuangan AS terhadap trader yang menentang kebijakan tersebut. Sementara itu, kenaikan harga minyak dikaitkan dengan eskalasi ketegangan di wilayah Timur Tengah, termasuk klaim AS telah menghancurkan lima kapal tanker Iran. Investor sedang menunggu rilis survei kepercayaan konsumen Indonesia untuk Agustus 2026, yang diperkirakan naik dari 116,8 ke 117. Berdasarkan faktor-faktor ini, rupiah diproyeksikan bergerak dalam kisaran Rp17.550 hingga Rp17.700 per dolar AS.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 17.50
Rupiah Terbang Tinggi, Hari Ini Menguat ke Rp17.632 per Dolar AS
Liputan6.com · 7 September 2026 pukul 19.30
Rupiah Menguat ke 17.640, Cadangan Devisa Agustus 2026 Jadi Penopang Hari Ini
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 15.05
Rupiah Ditutup Stagnan, Dolar AS Bertahan di Level Rp17.630
CNN Indonesia · 9 September 2026 pukul 09.30
Rupiah Gagah ke Level Rp17.573 per Dolar AS Pagi Ini
Berita terkait
Rupiah menguat tipis seiring kenaikan cadangan devisa
ANTARA News · 7 September 2026 pukul 16.37
Rupiah melemah dipengaruhi geopolitik Timur Tengah
ANTARA News · 7 September 2026 pukul 10.02
Rupiah Dibuka Menguat 0,11%, Dolar AS Turun ke Rp17.610
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 09.08
Rupiah Perkasa ke Rp16.679 per Dolar AS Sore Ini
CNN Indonesia · 3 September 2026 pukul 16.24