Rupiah Menguat Jadi Rp 17.715 per Dolar AS, Gubernur BI Destry Damayanti Beberkan Strategi Utama
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rupiah menguat 1,57 persen, mencapai Rp17.715 per dolar AS pada 31 Agustus 2026 dibandingkan Rp17.994 pada 31 Juli 2026. Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyatakan penguatan ini didorong oleh optimalisasi strategi intervensi valuta asing melalui pasar NDF luar negeri serta transaksi spot dan DNDF domestik. BI juga memperluas kebijakan insentif untuk menarik investasi portofolio asing dan mempercepat pasar uang serta pasar valas.
BI memproyeksikan rupiah akan tetap kuat pada 2027, berada dalam kisaran Rp17.300-Rp17.800 per dolar AS. Lima faktor mendukung: pertumbuhan ekonomi global yang diprediksi membaik (3,3 persen), fundamental ekonomi Indonesia yang kuat dengan inflasi terkendali dan neraca pembayaran yang sehat, serta imbal hasil yang menarik.
Kebijakan ekspor satu pintu dan pengelolaan Devisa Hasil Ekspor dari Sumber Daya Alam (DHE SDA) diperkirakan meningkatkan penerimaan devisa dan penerimaan negara, sekaligus mendukung likuiditas pasar keuangan yang memadai.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 19.00
Proyeksi Gubernur BI Baru di 2027: Ekonomi Tumbuh 6%, Kurs Rupiah Rp17.300
Liputan6.com · 1 September 2026 pukul 15.05
Bidik Ekonomi Tumbuh 6%, Pemerintah Patok Rupiah 17.500 per Dolar AS
CNN Indonesia · 1 September 2026 pukul 09.35
Rupiah Menguat ke Rp17.715 per Dolar AS Pagi Ini
Detik.com · 1 September 2026 pukul 09.32
Dolar AS Turun Tipis ke Level Rp 17.715
Berita terkait
Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat di Level Rp17.694 per USD
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 16.22
Rupiah Menguat Dampak Rencana Pemangkasan Kuota BBM Bersubsidi
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 17.07
Rupiah Menguat ke Rp17.748 per Dolar AS Kamis Sore
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 15.59
Rupiah Menguat Pagi Ini Usai BI Rate Ditahan
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 09.51