Ekonom: Mempertahankan BI Rate Adalah Opsi Terbaik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekonom Ryan Kiryanto menyarankan Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI Rate di level 5,75% untuk menjaga stabilitas ekonomi. Langkah ini dinilai rasional guna mengantisipasi sentimen eksternal yang tinggi dan kurs rupiah yang masih fluktuatif di kisaran Rp17.800 per dolar AS, serta selaras dengan kebijakan bank sentral negara maju seperti The Fed dan ECB.
Selain faktor eksternal, kondisi domestik seperti aksi unjuk rasa dan polemik hukum-politik membuat persepsi pasar belum pulih sepenuhnya. Dengan outlook ekonomi dari lembaga rating internasional yang masih negatif, prinsip 'stability over growth' dianggap lebih relevan. BI telah menaikkan suku bunga tiga kali sepanjang 2026, dari 4,75% menjadi 5,75%, untuk menstabilkan rupiah dan inflasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 05.00
Populer: Pendaftaran CPNS Kedinasan Dibuka; Rupiah Diprediksi Melemah
Liputan6.com · 18 Agustus 2026 pukul 11.15
Rupiah Hari Ini Melemah, Pasar Tunggu Keputusan BI
ANTARA News · 18 Agustus 2026 pukul 10.36
ICDX: Sentimen domestik terhadap rupiah relatif positif jelang RDG BI
JawaPos · 19 Agustus 2026 pukul 08.01
Rupiah Terancam Anjlok Lagi Hari Ini, Lonjakan Harga Minyak Dunia Jadi Biang Keroknya?
Berita terkait
Rupiah Melemah ke Rp17.862 per Dolar AS, Tertekan Kenaikan Harga Minyak
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 16.37
Bambang Brodjonegoro Bilang Rupiah Bisa Kembali Menguat, Ini Wejangan untuk BI
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 03.20
Rupiah Menguat ke 17.767 per Dolar AS, Pasar Sambut Positif Penunjukan Destry Damayanti
Liputan6.com · 10 Agustus 2026 pukul 14.45
Cadangan Devisa RI per Juli 2026 Stagnan di USD145 Miliar, BI Ungkap Pengaruh Domestik dan Global
SINDOnews · 7 Agustus 2026 pukul 13.48