Ekonom: Mempertahankan BI Rate Adalah Opsi Terbaik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekonom Ryan Kiryanto menyarankan Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI Rate di level 5,75% untuk menjaga stabilitas ekonomi. Langkah ini dinilai rasional guna mengantisipasi sentimen eksternal yang tinggi dan kurs rupiah yang masih fluktuatif di kisaran Rp17.800 per dolar AS, serta selaras dengan kebijakan bank sentral negara maju seperti The Fed dan ECB.
Selain faktor eksternal, kondisi domestik seperti aksi unjuk rasa dan polemik hukum-politik membuat persepsi pasar belum pulih sepenuhnya. Dengan outlook ekonomi dari lembaga rating internasional yang masih negatif, prinsip 'stability over growth' dianggap lebih relevan. BI telah menaikkan suku bunga tiga kali sepanjang 2026, dari 4,75% menjadi 5,75%, untuk menstabilkan rupiah dan inflasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 09.51
Rupiah Menguat Pagi Ini Usai BI Rate Ditahan
ANTARA News · 19 Agustus 2026 pukul 09.43
BI-Rate diprediksi bertahan di level 5,75 persen pada RDG Agustus 2026
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 15.59
Rupiah Menguat ke Rp17.748 per Dolar AS Kamis Sore
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 16.14
Rupiah Menguat ke Rp17.840 per Dolar AS usai BI Rate Bertahan di 5,75%
Berita terkait
Bank Indonesia Menahan BI Rate 5,75% di Tengah Tekanan Eksternal
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 14.35
BI-Rate diprediksi tetap di RDG September, berpeluang naik akhir tahun
ANTARA News · 23 September 2026 pukul 09.06
Rupiah Melemah ke 17.966 Setelah Rilis Inflasi September 2026
Liputan6.com · 1 Oktober 2026 pukul 20.12
Rupiah melemah dipengaruhi pengumuman inflasi Indonesia
ANTARA News · 1 Oktober 2026 pukul 15.30