Bukan Cuma Urusan BI, Ini Penyebab Rupiah Sulit Menguat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3291090/original/060643400_1604902998-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-4.jpg)
Rupiah diprediksi akan tetap lemah hingga lima tahun ke depan, bahkan tanpa perubahan signifikan meski Bank Indonesia (BI) mengganti pucuk pimpinan. Menurut ekonom senior Didik J. Rachbini, tekanan pada rupiah berasal dari masalah struktural ekonomi nasional, bukan sekadar kebijakan moneter. Pasar domestik yang belum kuat dan ketergantungan pada konsumsi dalam negeri membuat nilai tukar tidak mampu bertahan secara stabil.
Instrumen suku bunga saja tidak cukup untuk menguatkan rupiah. Kenaikan suku bunga dapat menarik modal asing, namun berisiko menaikkan biaya kredit dan menghambat investasi. Di sisi lain, penurunan suku bunga berisiko menyebabkan pelarian modal ke aset dolar AS. Didik menekankan pentingnya pergeseran kebijakan ekonomi dari fokus dalam negeri ke ekspor agar mampu menghasilkan devisa yang melimpah.
Cadangan devisa Indonesia pada Juli 2026 mencapai US$ 145,3 miliar, jauh di bawah Singapura (US$ 426,2 miliar) dan Thailand (US$ 279,2 miliar). Ketergantungan pada ekspor komoditas mentan seperti batu bara, CPO, dan nikel membuat penerimaan negara rentan fluktuasi harga global. Selain itu, sektor FDI belum dapat diandalkan karena isu kepastian hukum dan risiko bisnis. Penguatan rupiah menuntut reformasi struktural, termasuk peningkatan ekspor dan investasi berkualitas.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 30 Agustus 2026 pukul 18.51
Rupiah Menguat ke Level Rp 17.693, Ekonom Ulas Faktor Pendorong dan Prospeknya
Warta Ekonomi · 29 Agustus 2026 pukul 20.00
Pemerintah Longgarkan Retensi DHE Tambang Jadi 3 Bulan, Ini Syaratnya
kumparan · 29 Agustus 2026 pukul 19.00
Ekonom Soroti Dampak dari Rupiah Melemah di Atas Asumsi Rp 17.500 pada 2027
Berita terkait
Destry soroti tantangan ekspor di tengah CAD melebar pada kuartal II
ANTARA News · 26 Agustus 2026 pukul 15.34
Citi Indonesia Ungkap Faktor Global dan Domestik yang Dapat Menurunkan Tekanan terhadap Nilai Tukar Rupiah
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 21.30
BI-Rate diprediksi bertahan di level 5,75 persen pada RDG Agustus 2026
ANTARA News · 19 Agustus 2026 pukul 09.43
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.862, Lonjakan Harga Minyak Bebani Devisa Negara
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 16.05