Jakarta · Rabu, 9 September 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah menguat seiring arus modal masuk yang deras ke pasar obligasi

Nilai tukar rupiah menguat 0,69 persen atau 121 poin ke Rp17.511 per dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu, didorong arus modal masuk yang deras ke pasar obligasi pemerintah sebesar 90,5 juta dolar AS. Penguatan ini dipengaruhi membaiknya defisit anggaran, meningkatnya penerimaan pajak, dan spread yield yang masih lebar dibandingkan obligasi pemerintah AS. Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menyatakan obligasi pemerintah AS menjadi kurang menarik akibat kenaikan inflasi AS yang berlanjut. Sementara itu, kurs JISDOR Bank Indonesia juga menguat ke Rp17.552 per dolar AS dari Rp17.618 sebelumnya. Investor sedang menunggu data inflasi AS pada Kamis yang diperkirakan memengaruhi kebijakan suku bunga The Fed. Inflasi AS bulanan diproyeksikan 0,4 persen dan tahunan 0,2 persen, sementara inflasi inti tahunan diprediksi 2,4 persen. Data inflasi tersebut di atas dianggap tidak nyaman bagi The Fed, sehingga ekspektasi kenaikan suku bunga minggu depan naik menjadi lebih dari 60 persen dari 35 persen sebelumnya.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait