Saat Harga Emas Makin Mahal, Ukuran 1 Gram Tak Lagi Jadi Patokan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga emas logam mulia Antam naik Rp 20.000 menjadi Rp 1,916,000 per gram pada Rabu (16/4), mendorong perubahan cara memiliki emas. Masyarakat tidak lagi terikat pada kepingan fisik ukuran satu gram. Instrumen keuangan digital seperti ETF emas memungkinkan kepemilikan dalam pecahan lebih kecil. PT Indo Premier Investment Management (IPIM) meluncurkan Reksa Dana Syariah Premier ETF Gold Sharia Indonesia (kode XGLD) di Bursa Efek Indonesia. Direktur IPIM, Noviono Darmosusilo, menyatakan investor dapat mulai menabung emas dari 0,1 miligram (1 unit penyertaan), memungkinkan modal kecil menjadi pondasi kekayaan masa depan. Emas kini terintegrasi dengan sistem pasar keuangan, memberikan alternatif eksposur harga emas tanpa menyimpan kepingan fisik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 11.20
Pemerintah RI Minta 2 Lembaga Tarik 1.800 Ton Emas dari Bawah Bantal
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 17.27
Video: Freeport Bakal Gali Tambang Kucing Liar, Investasi Rp72 Triliun
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 15.23
Perwira Polri Dilaporkan Investor Malaysia Terkait Dugaan Penipuan Investasi Tambang
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 15.16
Indonesia Bullion Market Association Jadi Katalis Penguatan Industri Bullion
Berita terkait
Bebas Cemas! 4 Alasan Cicil Emas Pegadaian Cocok untuk Pemula
Detik.com · 14 September 2026 pukul 12.46
Tips MotionTrade: Mengenal ETF Emas di Pasar Modal
SINDOnews · 11 September 2026 pukul 11.27
Pasar Emas Terus Berkembang, Syailendra Capital Perluas Edukasi Investasi
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 21.19
Emiten EMAS Berpeluang Masuk GDX, Apa Untungnya?
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 14.39