Saham Ambruk-Investor Rugi Besar, Menkeu Minta Maaf
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Korea Selatan meminta maaf pada 29 Juli 2026 karena memperkenalkan produk single-stock Leveraged ETF tanpa pertimbangan yang matang. Produk ini, yang mulai diluncurkan 27 Mei, memicu gelombang spekulasi besar di kalangan investor ritel Korea Selatan, terutama yang memburu saham teknologi dan semikonduktor. Berdasarkan data KB Financial Group, investor ritel mencatat pembelian bersih sekitar 14 triliun won (sekitar Rp 168 triliun) pada produk tersebut, jauh melampaui pembelian investor asing yang hanya sekitar 2 triliun won.
Euforia berubah menjadi kerugian besar setelah pasar saham Korea Selatan mengalami koreksi tajam, terutama akibat anjloknya saham-saham chip terkait tren kecerdasan buatan (AI). Produk ETF leverage Samsung Electronics jatuh hampir 75% dari level tertingginya pada 3 Juni, sementara produk KODEX SK Hynix turun lebih dari 80% sejak puncaknya pada 23 Juni. Indeks utama Kospi anjlok hampir 35% dalam satu bulan terakhir.
Komisi Jasa Keuangan Korea Selatan (FSC) kini mempertimbangkan pembatasan akses ETF leverage hanya untuk investor profesional, menaikkan persyaratan investasi, serta menurunkan tingkat leverage dari dua kali lipat menjadi lebih rendah untuk melindungi investor ritel dari volatilitas pasar yang berlebihan.
Bagikan
Berita terkait
OJK Minta Dana Pensiun Utamakan Pasar Domestik: Jangan Keluar Negeri Dulu!
Liputan6.com · 25 September 2026 pukul 15.46
OJK Perketat Pengawasan Investasi Dana Pensiun ke Luar Negeri
Liputan6.com · 25 September 2026 pukul 14.00
Peruri Digital Summit 2026 Bahas Teknologi Masa Depan dan Keamanan Digital
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 15.51
CXMT Mulai Produksi RAM LPDDR5X: Siap Saingi Pabrikan RAM Global
Detik.com · 24 September 2026 pukul 08.49