Sampah Kota Belum Diolah Optimal, ESDM Dorong Sulap Jadi Listrik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian ESDM mengungkapkan timbunan sampah perkotaan Indonesia mencapai 71 juta ton per tahun, namun hanya sekitar 25 persen atau 17,8 juta ton yang berhasil diolah. Sisa 75 persen atau 53,2 juta ton belum dikelola optimal dan berpotensi mencemari lingkungan. Data ini diungkapkan Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung dalam Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW) 2026 di Jakarta. Yuliot menjelaskan bahwa sampah organik, yang didominasi sisa makanan rumah tangga, memiliki potensi pengolahan sekitar 50 persen dan dapat diolah menjadi kompos, biogas, atau melalui teknologi fermentasi. Sementara 25 persen sisanya merupakan material yang dapat didaur ulang seperti plastik, kertas, kaca, dan logam. Khususnya sampah plastik, Indonesia menghasilkan sekitar 9 juta ton per tahun dengan tingkat daur ulang hanya 7-12 persen. Pemerintah juga menyiapkan kebijakan untuk memanfaatkan sampah residu yang tidak dapat didaur ulang melalui teknologi waste-to-energy sebagai sumber energi alternatif. Pengembangan energi berbasis sampah menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas pemanfaatan energi nonfosil sekaligus mengatasi pengelolaan sampah perkotaan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 18.32
Olah Sampah Jadi Energi, BUMN Ini Gandeng Perusahaan China
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 19.10
Targetkan 70% Masalah Sampah Beres 2029, Zulhas Kejar PSEL di 40 Kota
Berita terkait
75 Persen Sampah Berakhir di TPA, Guru Besar UGM Tawarkan Konsep Transformasi Energi
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 18.15
Zulhas: Indonesia Menghadapi Kedaruratan Sampah yang Harus Segera Diatasi
Detik.com · 30 September 2026 pukul 08.08
Indofood & Rekosistem Hadirkan Waste Station untuk Pemilahan dan Pengumpulan Sampah
JPNN.com · 29 September 2026 pukul 19.23
Jaga Lingkungan Jakarta, Waste Station Mulai Dimaksimalkan di Pusat Keramaian
SINDOnews · 29 September 2026 pukul 08.46