Olah Sampah Jadi Energi, BUMN Ini Gandeng Perusahaan China
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
PT Sucofindo (Persero) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Hsucheng Environmental Technology Services (Shanghai) Co., Ltd. (HCETS) pada 13 Agustus 2026 untuk mengembangkan teknologi Waste to Energy (WTE) di Indonesia. Kerja sama ini bertujuan mendukung pengelolaan sampah perkotaan dan menghasilkan energi secara berkelanjutan, dengan memperhatikan aspek lingkungan dan keandalan teknologi. Direktur Utama Sucofindo, Sandry Pasambuna, menekankan bahwa keberhasilan proyek WTE tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesesuaian dengan karakteristik sampah, kualitas konstruksi, pengendalian emisi, dan pengelolaan residu. Sucofindo akan memberikan jaminan independen di seluruh siklus proyek, mulai dari pembangunan hingga pemeliharaan fasilitas, untuk memastikan standar kualitas, keselamatan, dan kepatuhan teknis serta lingkungan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 19.10
Targetkan 70% Masalah Sampah Beres 2029, Zulhas Kejar PSEL di 40 Kota
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 21.30
Sucofindo-HCETS Kolaborasi Dorong Solusi Waste to Energy Berkelanjutan
Berita terkait
75 Persen Sampah Berakhir di TPA, Guru Besar UGM Tawarkan Konsep Transformasi Energi
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 18.15
Bukan Cuma Lele di Selokan, RT Ini Punya Inovasi Lain yang Go International
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 18.45
Kemendagri Dorong Sampah Diolah Jadi Energi, Integrasikan ASRI dan PSEL
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 01.20
Danantara Bakal Bangun PSEL Rp3 T, Tuntaskan Polemik Sampah DIY
CNN Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 04.45