Sayembara Ijazah Gibran Berujung 'Teror' ke Pencetusnya: Kasus Muncul, Whatsapp Tak Bisa Diakses
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Seorang pakar hukum tata negara, Prof Denny Indrayana, membuka suara terkait sayembara untuk menemukan ijazah SMA milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sayembara ini sempat mengalami gangguan, termasuk nomor WhatsApp yang digunakan untuk menerima komitmen sumbangan hadiah tiba-tiba tidak dapat diakses. Denny mencurigai ada pihak yang sengaja menghambat jalannya sayembara tersebut. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menghentikan kegiatan dan sedang menyiapkan jalur komunikasi baru agar masyarakat tetap dapat berpartisipasi.
Denny juga mengungkapkan bahwa setiap kali ia bersikap kritis terkait kasus ini, kasus lama terkait dugaan korupsi program payment gateway-nya kembali diangkat sebagai alat serangan. Ia menyatakan bahwa hal ini membuktikan tidak adanya argumen lain untuk membantah pernyataannya. Menurutnya, pembuktian terkait ijazah pendidikan Wakil Presiden seharusnya tidak rumit jika memang dokumen tersebut tersedia.
Sayembara yang dibuka dengan hadiah awal Rp100 juta kemudian berkembang hingga mencapai total sekitar Rp2,01 miliar. Beberapa komitmen hadiah yang masuk antara lain wakaf tanah senilai sekitar Rp700 juta dan sumbangan sebesar Rp100 juta dari Forum Purnawirawan Pengawal TNI. Nilai hadiah terus bertambah seiring waktu.
Bagikan
Berita terkait
'Ijazah Gibran Raib? Kewarasan Tidak Boleh Raib'
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 09.55
'Ijazah Gibran Gaib? Kewarasan Tidak Boleh Raib'
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 09.55
Pensiunan TNI Ikut Nyumbang, Hadiah Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp1,15 Miliar
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 09.40
Hadiah Tembus Rp1 Miliar, Ada 'Beking' Rp700 Juta di Balik Upaya Denny Indrayana Kejar Ijazah Gibran
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 10.55