'Ijazah Gibran Gaib? Kewarasan Tidak Boleh Raib'
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Polemik ijazah SMA Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka masih ramai. Pakar hukum tata negara Denny Indrayana menyelenggarakan sayembara mencari ijazah Gibran, dengan total hadiah mencapai Rp1.153.050.000. Melalui akun X-nya, Denny mempertanyakan keberadaan ijazah Gibran dan mendesak publik terus memantau kasus ini, bahkan menyinggung kemungkinan Gibran mengundurkan diri. Ia menilai hukum tidak perlu rumit dan prosedur tidak boleh jadi benteng perlindungan bagi yang merusak etika dan konstitusi.
Denny menekankan bahwa sayembara adalah cara mudah dan populer untuk menekan agar persoalan hukum tidak hanya fokus pada aspek prosedural, tetapi juga menyentuh rasa keadilan publik. Ia juga menyampaikan bahwa jika Gibran tidak dapat menunjukkan ijazah, meski tidak ada sanksi hukum, ia tetap akan menerima sanksi sosial.
Sementara itu, pakar hukum pidana Universitas Bhayangkara Jakarta Edi Saputra Hasibuan mengingatkan agar polemik ini ditempatkan dalam jalur hukum. Ia menegaskan bahwa tudingan belum terbukti tidak boleh langsung menjadi dasar untuk mendesak Wakil Presiden mengundurkan diri. Menurutnya, negara hukum harus dibangun dengan bukti, pemeriksaan, dan proses hukum yang transparan, bukan melalui sayembara atau tekanan politik.
Bagikan
Berita terkait
'Ijazah Gibran Raib? Kewarasan Tidak Boleh Raib'
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 09.55
Pensiunan TNI Ikut Nyumbang, Hadiah Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp1,15 Miliar
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 09.40
Pakar: Gibran Tak Bisa Mundur sebagai Wapres Hanya Karena Polemik Ijazah
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 16.35
Hadiah Tembus Rp1 Miliar, Ada 'Beking' Rp700 Juta di Balik Upaya Denny Indrayana Kejar Ijazah Gibran
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 10.55