Target Pertumbuhan Ekonomi 6% di RAPBN 2027, Indef Ingatkan Risiko Fiskal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3985852/original/055377900_1649154110-20220405-Bank-Dunia-Ekonomi-Indonesia-4.jpg)
Pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi 6% dalam RAPBN 2027, naik dari target 5,4% pada APBN 2026. Namun, Indef menilai target ini terlalu agresif karena tren historis Indonesia biasanya berada di kisaran 5%. Pencapaian target ini dianggap berat karena pemerintah juga berencana menurunkan defisit anggaran menjadi 2,4%, yang mempersempit ruang stimulus fiskal.
Ekonom M. Rizal Taufikurahman menekankan bahwa pertumbuhan tidak bisa lagi hanya mengandalkan konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah. Diperlukan peningkatan investasi produktif, industrialisasi ekspor, serta perbaikan angka Incremental Capital Output Ratio (ICOR). Tanpa peningkatan produktivitas dan hilirisasi manufaktur bernilai tambah tinggi, target 6% dinilai sulit berkelanjutan dan berisiko terhadap stabilitas rupiah serta daya beli.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 14.32
SBY: Target Pertumbuhan 6% Ambisius, Tapi Bukan Berarti Tidak Bisa
ANTARA News · 15 Agustus 2026 pukul 13.08
Pakar Unej harapkan RAPBN 2027 membawa ekonomi RI naik kelas
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 20.05
Prabowo Bidik Pertumbuhan Ekonomi RI 6 Persen pada 2027
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 19.51
Kadin Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen pada 2027
Berita terkait
Ekonom Soroti Dampak dari Rupiah Melemah di Atas Asumsi Rp 17.500 pada 2027
kumparan · 29 Agustus 2026 pukul 19.00
Pertumbuhan Tahun Depan Dipatok 6%, Ekonom Wanti-wanti Daya Ungkit Ekonomi Lemah
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 07.35
Cegah Ekonomi Jatuh di Bawah 5%, Ekonom Didik: Belanja Pemerintah Tak Akan Langgeng
SINDOnews · 9 Agustus 2026 pukul 19.21
Defisit APBN 2027 Tetap Dijaga di 2,4%, Meski Belanja Naik
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 11.06