Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Sehari Tiga Gempa Besar, Termasuk NTT, BMKG Ungkap Fakta Mengejutkan

Pada 15 Agustus, tiga gempa besar terjadi berturut-turut di wilayah berbeda Indonesia: NTT (M 7,7), Simalungun (M 6,4), dan Parigi Moutong (M 5,9). BMKG menegaskan ketiganya tidak saling berkaitan secara langsung karena muncul dari sistem tektonik yang berbeda. Gempa NTT disebabkan oleh aktivitas Sesar Back Arc Thrust Flores, Simalungun akibat subduksi Lempeng Indo-Australia, dan Parigi Moutong akibat deformasi dalam lempeng laut Sulawesi. Direksi Gempa dan Tsunami BMKG menjelaskan bahwa mekanisme pelepasan energi pada masing-masing gempa berbeda, sehingga tidak saling memicu secara mekanis. Gempa NTT menghasilkan banyak aftershock, sementara dua gempa lainnya belum menunjukkan aktivitas susulan signifikan. Hal ini memperkuat bahwa setiap gempa melepas energi sesuai karakteristik patahannya masing-masing. Fenomena ini dikategorikan sebagai seismic clustering, di mana beberapa zona aktif melepaskan stres tektonik hampir bersamaan namun secara independen. Indonesia memiliki banyak zona tektonik aktif, sehingga kejadian serupa dapat terjadi karena beberapa segmen melepaskan tekanan dalam waktu dekat. BMKG menekankan pentingnya pemantauan berkelanjutan untuk memastikan keselamatan masyarakat.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait