Jakarta · Jumat, 4 September 2026Cari
WargaKonoha

Sektor Manufaktur RI Melemah, Pengusaha Ungkap Biang Keroknya

Sektor manufaktur Indonesia tengah mengalami pelemahan, ditunjukkan oleh Purchasing Managers' Index (PMI) yang turun ke level 49,8 pada Agustus 2026, dibandingkan 50,2 pada Juli sebelumnya. Menurut Ade Jona Prasetyo, Ketua Umum BPP HIPMI, sektor ini penting karena memiliki multiplier effect yang luas, mendukung industri besar hingga UMKM dan tenaga kerja. Namun, pertumbuhan sektor ini perlu didorong melalui peningkatan permintaan dan daya saing agar kapasitas produksi dan lapangan kerja tetap berkembang.

BPP HIPMI mendorong penguatan pasar domestik sekaligus perbaikan biaya produksi, energi, logistik, akses pembiayaan, dan produktivitas agar industri tetap kompetitif. Ade Jona menekankan pentingnya penguatan rantai pasok domestik agar investasi industri dapat terhubung dengan pengusaha lokal, termasuk pengusaha muda dan daerah. Dengan demikian, setiap investasi diharapkan menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat di sekitarnya.

Tujuannya bukan sekadar membangun lebih banyak pabrik, tetapi membangun ekosistem industri yang lebih dalam di Indonesia. Dengan rantai pasok yang kuat, diharapkan dampaknya terhadap perekonomian nasional akan semakin besar, sekaligus memberikan kesempatan bagi pengusaha lokal untuk tumbuh dan naik kelas.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait