Sektor Petrokimia Tertekan Impor, Industri Plastik Hadapi Ancaman Produk China
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5299935/original/098675900_1753856493-kope1.jpg)
Industri petrokimia nasional masih kesulitan karena bahan baku impor mahal dan persaingan produk plastik murah dari China. Anggota DPR Bambang Haryo Soekartono meminta pemerintah dorong penggunaan bahan baku lokal dan lindungi industri dalam negeri. Sekretaris Jenderal INAPLAS Fajar Budiono menjelaskan, industri masih pemulihan meski tekanan harga, logistik, dan pasokan bahan baku dari Timur Tengah belum mereda. Biaya pengiriman tinggi dan gangguan pasokan membuat perusahaan cari alternatif mahal, sementara tingkat utilisasi pabrik sempat di bawah 70% yang berpotensi bikin rugi. Fajar menilai pemulihan sektor pertambangan, tekstil, otomotif, dan infrastruktur bisa dorong permintaan, terutama produksi mobil listrik yang potensial perlu bahan baku lokal. Namun, ia menekankan pentingnya kebijakan perlindungan industri yang cepat dan responsif agar pemulihan tidak kembali tersenggol.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 12.53
Banjir Produk China, Ini 5 Negara Paling Banyak Impor ke RI
Berita terkait
BMW iX3 Kebanjiran Pesanan di China, Mobil Pajangan Belum Ada
VOI · 29 Agustus 2026 pukul 21.45
Pengusaha Baja Ingatkan Ancaman dari China Berpotensi Mengadang RI
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 13.35
Supercar Listrik China Makin Ngebut, Bos Lamborghini: Belum Mampu Menyaingi
JPNN.com · 26 Agustus 2026 pukul 09.42
BYD Great Seagull Meluncur Tahun Ini, Jarak Tempuh hingga 420 Km
VOI · 25 Agustus 2026 pukul 11.45