Jakarta · Rabu, 26 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pengusaha Baja Ingatkan Ancaman dari China Berpotensi Mengadang RI

Industri baja Indonesia kini menghadapi tekanan impor yang meningkat 13,65% menjadi 7,94 juta ton pada Semester I 2026, sementara ekspor menurun 7,48% menjadi 10,46 juta ton. Direktur IISIA Harry Warganegara menyatakan pasar baja China dengan kapasitas berlebih dan permintaan domestik lemah menyasar pasar Indonesia dengan produk murah. Analisis tidak dilakukan agregat karena perbedaan jenis, spesifikasi, dan grade produk baja. Harga ekspor HRC China melemah menjadi US$481/ton FOB pada Agustus 2026.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait