Semester I-2026, Bisnis Distribusi BBM Dorong Laba Elnusa Naik 29,2%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Elnusa Tbk (ELSA) mencatatkan laba bersih Rp435 miliar pada Semester I-2026, naik 29,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan mencapai Rp7,58 triliun, tumbuh 8,9% secara tahunan, sementara EBITDA naik 16,2% menjadi Rp862 miliar. Margin laba bersih perseroan juga meningkat menjadi 5,73%, didorong oleh disiplin biaya dan efisiensi operasional. Segmen distribusi energi dan logistik menjadi kontributor terbesar, dengan pendapatan Rp4,92 triliun dan laba bersih Rp293 miliar, menyumbang 67,4% dari total laba bersih konsolidasian. Volume transportasi BBM mencapai sekitar 14 juta kiloliter, didukung sistem Route Traffic Control (RTC) untuk pemantauan real-time armada pengangkut BBM.
Elnusa juga berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp11,6 triliun, dengan kontribusi Rp9 triliun berasal dari segmen distribusi energi dan logistik. Di segmen hulu migas terintegrasi, perseroan menyelesaikan berbagai kegiatan termasuk akuisisi seismik 3D dan 2D, wireline logging, serta well testing. Proyek chemical enhanced oil recovery (EOR) menggunakan teknologi polymer flooding di Lapangan Rama juga sedang berjalan untuk meningkatkan recovery factor dan produksi minyak.
Pada akhir Juni 2026, aset Elnusa mencapai Rp11,4 triliun dengan ekuitas Rp5,43 triliun. Arus kas operasi mencapai Rp761 miliar dan saldo kas Rp2,88 triliun. Belanja modal (capex) sepanjang 2026 diproyeksikan Rp602 miliar, dengan realisasi hingga Juni mencapai 35% dari target. Investasi tersebut difokuskan pada penguatan kapasitas operasional dan peningkatan daya saing bisnis.
Bagikan
Berita terkait
Elnusa Incar Pasar Energi Baru, Dari Aljazair hingga India
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 16.43
Video: Strategi PTBA Jaga Kinerja di Tengah Dinamika Pasar Batu Bara
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 16.25
Telkom Buka Peluang Bagi Dividen hingga 90% dari Laba Bersih
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 15.40
Telkom Siapkan Dividen hingga 90% dari Laba Bersih
Detik.com · 7 September 2026 pukul 14.08