Semester I-2026, Laba TINS Melesat ke Rp 2,71 Triliun, Ini Penyebabnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Timah (Persero) Tbk (TINS) mencatat laba bersih Semester I 2026 sebesar Rp2,71 triliun, melampaui target tahunan Rp1,61 triliun (169%). Pendapatan melonjak 247% YoY menjadi Rp10,42 triliun didorong kenaikan volume penjualan dan harga jual rata-rata logam timah. Laba usaha mencapai Rp3,48 triliun (vs Rp0,38 triliun) dan EBITDA Rp3,90 triliun (naik 363%). Aset total naik 21% ke Rp16,45 triliun, ekuitas naik 25% ke Rp10,55 triliun, sementara liabilitas naik 13% ke Rp5,90 triliun.
Harga timah LME rata-rata US$50.319/ton (naik 56,68% YoY). Pasar global masih defisit: produksi 173.536 ton vs konsumsi 179.256 ton. Produksi bijih TINS naik 75% ke 12.232 ton Sn, produksi logam naik 58% ke 10.865 ton, penjualan naik 85% ke 10.984 ton. Harga jual rata-rata USD49.794/ton (naik 52%). Ekspor mendominasi 97% penjualan, tujuan utama China (36%), India (12%), Korea Selatan (11%).
Manajemen optimistis Semester II 2026 didukung permintaan kuat dari sektor elektronik, semikonduktor, EV, data center, dan AI. Sumber daya 798 ribu ton dan cadangan 312 ribu ton menjamin keberlanjutan. Fokus ke depan: eksplorasi berkelanjutan, efisiensi operasional, dan good mining practices.
Bagikan
Berita terkait
Efek 'Sulap' Prabowo, Valuasi Emiten BUMN Ini Melonjak Drastis
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 18.52
Terimbas Penutupan Tambang Ilegal, Kinerja Keuangan TINS Melesat
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 12.36
Analis Sebut Penertiban Tambang Ilegal Pacu Produksi Timah Nasional
JPNN.com · 10 Agustus 2026 pukul 19.10
RI Terancam Kehilangan Ekspor Nikel 5 Juta Ton
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 07.25