Jakarta · Jumat, 18 September 2026Cari
WargaKonoha

TINS Targetkan Penjualan Logam Timah untuk Domestik Bisa Capai 20%

PT Timah Tbk (TINS) menargetkan agar 20% dari total produksi logam timahnya digunakan untuk kebutuhan industri dalam negeri pada akhir 2026, dilipatgandakan dari porsi sebelumnya yang hanya sekitar 3%. Direktur Utama Restu Widiyantoro menyatakan, porsi penjualan logam timah untuk domestik telah naik drastis dari 3% menjadi 16% hingga pekan lalu, setara dengan sekitar 200 ton logam timah yang diproses sebagai bahan industri dalam negeri. Target ini sejalan dengan upaya hilirisasi yang menjadi prioritas perseroan agar tidak seluruh produknya diekspor.

Pada Semester I 2026, produksi bijih timah TINS mencapai 12.232 ton Sn, naik 75% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Produksi logam timah mencapai 10.865 metrik ton Sn, meningkat 58%, sementara penjualan logam timah mencapai 10.984 metrik ton, naik 85%. Harga jual rata-rata logam timah sepanjang semester mencapai US$49.794 per metrik ton, naik 52% dari US$32.816 per metrik ton di semester yang sama tahun sebelumnya.

Meskipun porsi domestik masih kecil, 97% dari total penjualan logam timah pada Semester I 2026 masih bersumber dari ekspor, dengan China sebagai tujuan utama (36%), diikuti India (12%), Korea Selatan (11%), dan Singapura (6%). Secara keuangan, TINS mencatat laba bersih Rp2,71 triliun pada Semester I 2026, melampaui target tahunan sebesar Rp1,61 triliun atau 169% dari target. Pendapatan mencapai Rp10,42 triliun, naik 247% dari Rp4,22 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

Berita terkait