Sering Checkout Pakai Paylater? Cicilan Kecil Diam-Diam Bisa Jadi Gunungan Utang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Skema Buy Now Pay Later (BNPL) semakin mudah diakses, namun mengubah kebiasaan self-reward dan kebutuhan pokok harian menjadi utang konsumtif. Direktur INDEF Esther Dwi Astuti menyatakan transaksi nilai rendah membuat beban cicilan terasa ringan awal, namun akumulasi kewajiban menjadi lebih besar. Fenomena 'lipstick effect' berupa pembelian barang kecil bernilai rendah yang berulang, menggabungkan dengan kemudahan paylater, menghasilkan akumulasi utang yang membebani keuangan pribadi. Pola ini semakin berisiko saat tagihan menumpuk dari beberapa aplikasi sekaligus, menyebabkan kesulitan mengelola pembayaran dengan jangka waktu yang berdekatan. Jika gagal bayar, dapat memengaruhi catatan kredit dan BI Checking/SLIK. Data OJK menunjukkan nilai NPF gross naik menjadi 3,03 per Juli 2026, sementara BNPL tumbuh 54,65% yoy menjadi Rp13,62 triliun.
Bagikan
Berita terkait
Lipstick Effect Jadi Sinyal Daya Beli Masyarakat Makin Tergerus
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 15.00
Cara Mudah Bersihkan Nama dari SLIK OJK dan BI Checking
CNBC Indonesia · 27 September 2026 pukul 12.20
Indodana Finance Terima Pendanaan Rp700 Miliar dari HSBC Indonesia
JawaPos · 22 September 2026 pukul 19.45
Ekspansi Pembiayaan Digital Diiringi Penguatan Tata Kelola dan Risiko
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 21.20