Shein Bakal IPO Incar Rp31,7 T di Hong Kong, Valuasi Anjlok 70%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Raksasa fast fashion asal China, Shein, akan melakukan IPO di Bursa Hong Kong pada 1 September 2026 dengan mengincar dana US$1,8 miliar (Rp31,78 triliun). Penawaran ini akan menjadi penawaran saham baru terbesar di Hong Kong pada 2026. Shein menawarkan 280 juta saham dengan kisaran harga HK$47,60 hingga HK$49,50 per saham, dengan perkiraan dana yang terkumpul mencapai HK$13,86 miliar. Namun, valuasi perusahaan anjlok 70% dari puncaknya di tahun 2022 yang hampir menembus US$100 miliar, turun menjadi sekitar US$27 miliar saat ini. Penurunan valuasi ini disebabkan oleh berbagai tekanan seperti kenaikan tarif perdagangan, persaingan yang ketat, kenaikan biaya, dan pengawasan regulator. Analis Morningstar Lorraine Tan menyatakan bahwa minat investor global terhadap Shein kemungkinan melemah, sehingga harga saham ditetapkan lebih rendah. Pertumbuhan bisnis juga melambat, dengan pertumbuhan pendapatan yang relatif rendah dan margin operasional yang menurun. Di AS, pendapatan perusahaan menurun 14,3% pada kuartal I 2026 akibat penghapusan pembebasan bea masuk untuk paket di bawah US$800. Shein juga menghadapi masalah hukum dan regulasi di AS dan Eropa, dengan dana cadangan sebesar US$80 juta untuk berbagai kasus. Analis uSMART Securities Dickie Wong menyatakan ketidakoptimisannya terhadap IPO Shein karena pertumbuhan yang melambat. Sebagian besar investor utama seperti Boyu, Tiger Global, dan General Atlantic telah berkomitmen membeli saham senilai US$383 juta. Perusahaan berencana menggunakan sekitar 80% dana IPO untuk pengembangan teknologi dan ekspansi global.
Bagikan
Berita terkait
IKEA Indonesia Buka Lowongan Kerja Bidang E-Commerce, Cek Syaratnya
Liputan6.com · 25 Agustus 2026 pukul 07.00
DSI Buka Peluang Perluas Kelola Komoditas di Luar Batu Bara, CPO, dan Ferroalloy
kumparan · 25 Agustus 2026 pukul 07.00
Peringatan Keras Prabowo buat Perusahaan yang Bakar Hutan
Detik.com · 25 Agustus 2026 pukul 06.45
Wall Street Melemah, Investor Cermati Nvidia dan Data Inflasi AS
kumparan · 25 Agustus 2026 pukul 06.42