Sikap Pengembang di DKI Mendadak Berubah Drastis karena MRT, Ada Apa?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengembang properti di DKI Jakarta mengalami perubahan sikap drastis terhadap kehadiran MRT. Pada 2017-2018, banyak pengembang menolak atau ragu dengan integrasi MRT, bahkan tim MRT harus bekerja keras meyakinkan mereka. Sekarang, pengembang rela memundurkan area properti demi kenyamanan pejalan kaki. Contohnya, salah satu mall di Bundaran HI bersedia memundurkan setback 80 cm untuk Extended Concourse. Perubahan ini terjadi karena pengembang melihat konektivitas transportasi sebagai nilai tambah. Kawasan HI tetap menjadi zona properti termahal di Indonesia dengan nilai tembus Rp300 juta/m2, terutama di koridor Thamrin-Sudirman.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 11.26
Ngecek Proyek Extended Concourse MRT Bundaran HI, Kebanggaan Gubernur Pram
Berita terkait
Melihat 'Jeroan' Extended Concourse Bundaran HI, Ruang Multifungsi Pusat Kota
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 11.18
MRT Jakarta Fase 2A Butuh Pasokan 150 kV, PLN Siapkan Dua Gardu Tambahan
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 09.45
Bukan APBD, Jalur Pejalan Kaki Bawah Tanah Bundaran HI Dibiayai Siapa?
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 13.32
Extended Concourse Stasiun MRT Bundaran HI: Target Tambah 6 Ribu Penumpang/Hari
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 02.10