Sikap Prabowo Berubah Sejak Joget Gemoy: Ejek Rakyat hingga Kupas Bawang Sekilo Rp700 Ribu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gaya komunikasi Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan publik menyusul kritik dari pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago. Pangi menilai gaya pidato dan sikap Prabowo telah berubah sejak mempopulerkan citra "gemoy" pada masa Pemilu 2024. Menurutnya, perubahan cara berkomunikasi seorang presiden penting diperhatikan karena dapat memengaruhi persepsi publik terhadap kewibawaan kepala negara.
Pangi juga menyoroti gestur Prabowo saat berpidato yang dianggap tidak mencerminkan sosok pembaca buku aktif, seperti gerakan ekspresi wajah dan menjulurkan lidah. Hal tersebut dinilai kontras dengan pernyataan Prabowo sebelumnya yang mengaku mampu membaca hingga 50 buku dalam sehari.
Kritik ini mencuat seiring kontroversi data dalam pidato Sidang Tahunan MPR pada Jumat (14/8/2026). Saat itu, Prabowo memperkenalkan Susana, buruh harian asal Kabupaten Bogor, dan menyebut upah mengupas bawang mencapai Rp700 ribu per kilogram. Pernyataan nominal upah tersebut menuai sorotan luas karena dinilai bermasalah serta jauh melampaui tarif riil buruh di lapangan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 19.00
Soal Wacana Kewarganegaraan Ganda Terbatas, Sekjen PKS: Sifatnya Sangat Selektif
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 08.00
81 Tahun Merdeka, dari Rafale di Langit hingga Upah Kupas Bawang di Pasar
Berita terkait
Viral Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Prabowo Tetap Percaya Pemberi Data
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 09.20
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kilo, Hasan Nasbi: Lihat Gagasan Besarnya
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 08.48
Kenapa Pidato Prabowo Selalu Blunder? Said Didu Singgung Dua Kemungkinan
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 06.55
Hakim Selalu dalam Ingatan, Guru dan Nakes Lagi-lagi Terlupakan
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 19.00