Jakarta · Selasa, 15 September 2026Cari
WargaKonoha

Singapura Masuk 10 Besar Kota dengan Kualitas Udara Paling Tercemar di Dunia Akibat Asap dari Indonesia

Kualitas udara di Singapura saat ini berada pada level tidak sehat akibat asap kebakaran hutan di Indonesia. Menurut data IQAir, kota keuangan Asia Tenggota ini masuk dalam 10 kota paling tercemar di dunia. Pada Selasa (15/9/2026), seluruh lima wilayah di Singapura mencatat kualitas udara tidak sehat, menandai kondisi terburuk sejak September 2019. Kabut asap tebal berasal dari kebakaran di Kalimantan dan Sumatera yang bergeser ke arah Singapura akibat perubahan arah angin.

Tahun ini, kebakaran hutan di Indonesia semakin parah dengan lebih dari 9.000 hotspot terdeteksi pada Agustus, angka tertinggi sejak 2015. Hingga pertengahan September, lebih dari 7.000 hotspot telah tercatat berdasarkan data platform SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Situasi ini memburuk akibat El Nino yang menyebabkan cuaca lebih kering. Malaysia juga terdampak parah, dengan pemerintah memindahkan pidato Hari Kemerdekaan ke dalam ruangan dan menyatakan status darurat di sebagian Sarawak.

Praktik pembakaan lahan melalui pembakaran serta semak kering di lahan gambut menjadi penyebab utama kebakaran. Pemerintah Indonesia memperluas operasi pemadaman termasuk menggunakan helikopter bantuan Jepang dan menerima dukungan dari Malaysia. National Environment Agency (NEA) memperkirakan kabut asap akan bertahan 24 jam ke depan dengan kualitas udara tetap tidak sehat. Prediksi curah hujan minggu depan diharapkan dapat memberikan sedikit penyelesaian.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait