Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Singgung Perang Iran, Johan Rosihan Peringatkan Dampak Rencana Impor 1.000 Ton Beras Amerika

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS, Johan Rosihan, meminta pemerintah tidak menganggap enteng rencana impor 1.000 ton beras khusus dari Amerika Serikat. Menurutnya, fokus utama bukan pada volume impor yang kecil, melainkan pada potensi kebijakan tersebut menjadi pintu masuk untuk impor yang lebih luas di masa depan. Johan menuntut transparansi terkait jenis beras yang diimpor, pihak pengguna, dasar kebutuhan, dan mekanisme distribusinya. Hal ini penting mengingat pemerintah sebelumnya menyatakan bahwa produksi dan stok beras nasional sudah cukup kuat.

Johan mempertanyakan logisnya impor beras jika kebutuhan nasional dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri. Ia menekankan bahwa kebijakan perdagangan tidak harus mengorbankan swasembada pangan dan kepentingan petani lokal. Setiap kebijakan impor, katanya, harus memiliki dasar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Selain itu, Johan menghubungkan isu impor beras dengan ketegangan geopolitik global, khususnya konflik Amerika Serikat dan Iran. Ia memperingatkan bahwa eskalasi konflik tersebut dapat menurunkan nilai tukar rupiah dan menaikkan harga minyak serta biaya logistik, sehingga menambah beban impor. Johan juga mendesak pemerintah menyiapkan langkah mitigasi terhadap komoditas pangan lain yang rentan terdampak, seperti gandum, kedelai, gula, daging, dan bahan baku pakan ternak.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait